Friday, December 18, 2015

Menanti Senja



Hujan adalah tempat aku menanti
Bukan untuk menanti pelangi
Melainkan menanti senja di penghujung hari
Aku menanti senja masih sama...
Bukan karena kehadiran hujan
Melainkan atas nama kerinduan
Senja selalu ada dan aku selalu rindu
Dalam hujan aku tetap menunggu
Berteman rintik penghalau sunyi
Walau tak mampu menghapus rindu di dasar hati
Dan tetap sama...
Penantianku bukan karena hujan hari ini
Tapi karena tak ingin melewati lukisan senja petang ini
Aku enggan mengabaikan senja
Hanya karena terlena dalam rinai hujan
Yang kehadirannya sementara
Karena hujan akan segera sirna
Sedangkan senja akan selalu tiba
Walau kehadirannya sekejab di ujung surya

Friday, June 12, 2015

Takdir Dan Kehidupan


Pagi datang bersama harapan di awal kesempatan
Senja terdiam…
Menanti pagi menepi membawa kenangan di akhir perjuangan
Segalanya telah terpatrih sesuai kehendak Tuhan
Saat usaha telah terlaksana dengan segala pengorbanan
Diakhir penantian…
Yang tersisa hanyalah doa dipersimpangan harapan
Karena kehidupan…
Tidak sekedar rangkaian perjalanan menggapai angan
Ada saatnya kita harus duduk berdiam
Menanti keputusan dari yang maha menentukan
Saat yang diharapkan menghadirkan kekecewaan
Kita harus tetap terjaga tanpa penyesalan
Dan ketika yang dinanti menghadirkan senyuman
Segalanya bukan sekedar buah dari segala perjuangan
Melainkan bagian takdir dari sang pencipta alam
Karena kita hanya penyusun harapan
Sedang Tuhan adalah penyusun dan penentu jalan kehidupan






Friday, May 29, 2015

Menulis Aku



Menulis aku..
Saat lisan tak mampu menyampaikan maksud dari hatiku
Menulis aku..
Saat hati tak kuasa menyimpan guratan luka dibalik sinar mataku
Menulis aku..
Jika telinga dunia enggan mendengar segala kisah resahku
Menulis aku..
Karena pena paham akan segala maksud jiwaku
Dan tulisanku..
Mengerti ia dengan segala pesan dibalik dukaku
Aku menulis..
Karena kertas rela menampung segala keluhku
Dan aku menulis..
Karena disana bisa kusisipkan sepenggal rahasia
Yang enggan kusampaikan dalam lisanku






Tuesday, February 24, 2015

Dalam Sujud


Tangisan pendosa merangkul sepi
Merangkai kesaksian diubun sunyi
Tertunduk memikul segunung khilaf
Bersimpuh mengharap ampunan dan maaf
Mengiba ampunan pada Sang Maha Pemaaf
Sujud pasrah insan dunia
Berharap segala dosa luruh bersama luapan airmata
Sujud pendosa dipuncak kesadarannya
Mengukuhkan dzikir penuh kerinduan
Kerinduan pada Sang Maha Sempurna
Pemilik  segala kepemilikan
Pencipta segala ciptaan
Sujud cinta para pendosa
Berjuang merantai nafsu dunia dalam taubatnya
Berharap diujung helaan nafasnya
Iman setia menuntun jalanya
Menuju syurga kekal milik Allah yang maha kuasa

Monday, February 2, 2015

Jika Fajar Menyapa Senja




Katakan pada fajar....
Kau tak perlu manyapa senja
Karena akan ada terik siang yang terluka
Karena akan ada sisi yang terlupa
Terlewatkan oleh  cinta
Antara fajar kepada senja
Katakan pada fajar..
Jika fajar menyapa senja
Terik siang yang tegarpun akan terluka
Hingga tak akan ada pemisah nyata
Antara awal dan akhir dunia
Katakan pada fajar.....
Kau tak perlu manyapa senja
Karena hanya akan mengusik  hujan
Turun di tengah senja yang terluka
Karena takdir berkata
Fajar dan senja tak di gariskan untuk sejalan bersama...


Tuesday, January 27, 2015

Pahami !


Setabah hati
Yang takkan pernah mengkhianati
Pahit getir hidup akan dilalui

Seikhlas jiwa
Yang sudi menerima perihnya rasa
Dari sisi hati yang terluka 

Sejernih mata
Yang jelas rela menggambarkan luka
Dari jiwa yang berduka

Sedalam hati
Yang takkan mudah disadari
Walau di dasarnya tertanam duri

Sedangkal kata
Yang akan mudah dicerna maksudnya 
Asalkan dusta tak menyertainya lisannya

Pahamilah makna dari segala rasa
Pada hati dan jiwa
Yang takkan mampu memendam rahasia
Pada mata dan kata
Yang takkan mampu menyembunyikan rasa dihatinya
Dan begitulah cinta...
Takkan mudah sirna jika sejati adanya


Thursday, January 22, 2015

Sajak Kehilangan



Tegarku pincang
Sebilah tonggakku menghilang
Asaku padam
Setitik harapanku terpendam

Rinduku meradang
Sosok penegakku berpulang
Hatiku tersimpan
Dalam duka terkunci kenangan

Tak ada yang terlupakan
Sajak tulisan mengingatkan
Segala duka kan kucurahkan
Torehan asaku mewakilkan

Friday, January 9, 2015

Tidak Lagi Bisa Dipercaya



Tengadah beratapkan tanah
Berpijak beralaskan langit
Segalanya mulai terbalik
Dan anehnya…
Yang seharusnya terbalik
Kini telah berbalik
Yang baik tidak lagi menarik
Pada kejujuran tidak lagi tertarik
Segalanya mulai berbalik
Di depan  harta mata terbelalak
Hingga tahta dijadikan tujuan puncak
Bukan hanya sekedar melirik
Padanya ia rela merangkak
Dan ketika kenyamanan dunianya telah memuncak
Tanggung jawab dan janjinya mulai ia injak
Kini dunia semakin tua…
Penghuninya pun tak lagi bisa dipercaya
Hati nurani hanya dijadikan simbol semata
Sebagai penanda dirinya manusia
Segalanya ….
Tidak lagi bisa dipercaya..