Thursday, January 3, 2019

Hatiku Sepotong Yang Asing

Hatiku sepotong yang asing...
Mengumpulkan potongan gelisah...
Merangkainya menjadi seperti bahagia...
Aku tertipu...
Hatiku sepotong yang asing...
Logika yang terabaikan...
Ingatan yang terlupakan...
Membuatku asing dengan diriku sendiri...
Ada apa denganku?
Aku terjatuh pada luka yang seperti cinta...
Hatiku sepotong yang asing...
Hingga aku lupa caranya bahagia...

Untuk Apa Menunggu?


Kita terlalu banyak menunggu...
Menyerahkan kesempatan dan waktu...
Untuk harapan-harapan yang masih ambigu...
Kita terlalu nyaman menunggu...
Menunggu ketidakpastian...
Untuk keinginan keinginan yang kita sendiri masih ragu...
Untuk apa kita menunggu?
Mungkin untuk sebuah jawaban...
Kita terus menunggu dengan seribu pertanyaan...
Apa yang sebenarnya kita inginkan?
Kita ingin menunggu...
Hanya itu...

Puisi Pagi


Puisi pagi mengurai resah..
Dari embun diantara daun yang bingung..
Untuk siapa ia harus jatuh?
Tanah yang masih basah..
Udara yang masih gigil..
Paginya yang belum utuh..
Tapi embun harus benar-benar jatuh..
Untuk memiliki pagi ini..
Ia harus memiliki kehilangan untuk dirinya sendiri..

Friday, December 21, 2018

Aksara Bisu

Aksara bisu menjelma angin..
Mempertemukan daun kering dengan kayu mati..
Diam yang menuai temu...
Bersama, walau untuk menjadi debu..
Aksara bisu menjelma angin..
Membisikkan yang belum tersampaikan..
Pada sepasang ketiadaan..
Membangun harapan dari kesia-siaan..






Semesta Punya Jawaban


Semesta punya jawaban, aku diam..
Pada rintik hujan, padahal tangisan..
Dukaku duka alam..
Merindukan langit..
Sementara aku di dasar bumi...
Aku diam...
Menyandarkan harapan pada yang menciptakan...
Percaya, semesta punya jawaban...

Tuesday, January 26, 2016

Asa dan Doa


Malam menyediakan ruang
Ruang untuk menyampaikan  sepenggal asa
Asa untuk bisa  kembali bersua
Bersua dengan tuannya rindu lewat Doa
Doa yang berbicara tanpa menghadirkan suara
Tatapan yang mengiba dalam derai air mata
Hati yang menangis atas nama penyesalan raga
Sepasang tangan yang meminta ampunan atas nama dosa
Sesosok manusia di hadapan Penciptanya
Menyampaikan lirih asa lewat doa rindunya

Seperti Merindukan Waktu

Merindukanmu seperti merindukan waktu
Sedalam apapun rindu
Tetap tidak mampu mengembalikanmu
Merindukanmu seperti merindukan waktu
Tetap pergi walau ditangisi
Tetap melaju dan meninggalkanku dengan rindu
Waktu mengiringi kehadiranmu
Bersama waktu kaupun kembali pada takdirmu
Hingga merindkanmu seperti merindukan waktu
Sedalam apapun pinta untuk kedatanganmu
Tetap tak mampu menghadirkan masa lalu
Karena merindukanmu seperti merindukan waktu
Kini hanya mampu kulihat kau dalam pejam
Bersama ingatan yang kita sebut kenangan
Aku merindukanmu seperti merindukan waktu
Selalu...