Thursday, January 3, 2019

Hatiku Sepotong Yang Asing

Hatiku sepotong yang asing...
Mengumpulkan potongan gelisah...
Merangkainya menjadi seperti bahagia...
Aku tertipu...
Hatiku sepotong yang asing...
Logika yang terabaikan...
Ingatan yang terlupakan...
Membuatku asing dengan diriku sendiri...
Ada apa denganku?
Aku terjatuh pada luka yang seperti cinta...
Hatiku sepotong yang asing...
Hingga aku lupa caranya bahagia...

Untuk Apa Menunggu?


Kita terlalu banyak menunggu...
Menyerahkan kesempatan dan waktu...
Untuk harapan-harapan yang masih ambigu...
Kita terlalu nyaman menunggu...
Menunggu ketidakpastian...
Untuk keinginan keinginan yang kita sendiri masih ragu...
Untuk apa kita menunggu?
Mungkin untuk sebuah jawaban...
Kita terus menunggu dengan seribu pertanyaan...
Apa yang sebenarnya kita inginkan?
Kita ingin menunggu...
Hanya itu...

Puisi Pagi


Puisi pagi mengurai resah..
Dari embun diantara daun yang bingung..
Untuk siapa ia harus jatuh?
Tanah yang masih basah..
Udara yang masih gigil..
Paginya yang belum utuh..
Tapi embun harus benar-benar jatuh..
Untuk memiliki pagi ini..
Ia harus memiliki kehilangan untuk dirinya sendiri..